The Jakmania Akhirnya Bisa Move On

tv online – Namun, buat kelompok suporter Persija, The Jakmania, pencapaian gol Marko Simic sebuah hal yang luar biasa. Sejak era Emmanuel de Porras (2004) dan Greg Nwokolo (2008–2009, 2010–2011, 2014), mereka kehilangan sosok idola.

Persija tidak sempat miliki sosok striker haus gol yang berkelanjutan jadi mesin gol. Ivan Bosnjak, Yevgeni Kabayev, sampai paling akhir Bruno Lopez, jejeran bomber asing yang pernah menempati scuad tim ibu kota. Mereka terhitung tidak berhasil memuaskan The Jakmania.

The Jakmania bahkan juga tampak belum juga move on dengan sosok Bambang Terakhir, striker ikonik yang berhasil mempersembahkah titel juara Liga Indonesia 2001, yang saat ini mulai renta di makan umur. Bepe yang saat ini berumur 37 th. masih tetap jadi lambang ketajaman Persija.

Kehadiran Marko Simic membuat euforia untuk The Jakmania. Mulai sejak 2010 Persija alami keterpurukan prestasi karna jerat krisis finansial tidak berkesudahan.

Persija yang mengoleksi 10 titel kasta teratas (sembilan di masa perserikatan) seperti kehilangan taji jadi tim besar. Simic jadi ikon baru Persija menandai kebangkitan club dari tidur panjang sepanjang delapan th..

Piala Presiden 2018 memanglah cuma arena pramusim, tetapi turnamen ini sarat gengsi, karna penyerahan trofi dikerjakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Persija yang masuk kelompok tim besar menginginkan rasakan madu juara seperti Persib Bandung (2015) serta Arema FC (2016).

Kompetisi final yang di gelar di Stadion Paling utama Gelora Bung Karno, Jakarta, jadi satu prestise sendiri untuk pengagum Persija. Mereka menginginkan tim kesayangannya berpesta di kampung halaman sendiri.

Marko Simic juga mengakui begitu bernafsu untuk memenangkan Piala Presiden 2018. “Saya begitu bahagia kami mengambil langkah ke sesi final. Perolehan ini satu kebanggan, ” tutur Simic.

“Kami cuma perlu satu kompetisi sekali lagi untuk jadi juara. Konsentrasi saya bagaimana buat gol supaya Persija mungkin saja juara, ” tutur striker berumur 30 th..