Seni Tampil Di Depan Umum Melalui Training Public Speaking

Sebagai seorang pemimpin yang sukses, maka dirinya harus mampu tampil untuk memberi pengaruh kepada bawahan atau tim yang ia pimpin. Oleh karena itu penting bagi seorang pemimpin untuk memiliki karisma agar perintah yang ia keluarkan tidak tertolakkan oleh anggotanya.

Berangkat dari situlah mengapa kita perlu training public speaking. Mengapa? karena melalui pelatihan public speaking lah Anda mampu membuat tim Anda kuat dengan arahan yang Anda kemukakan. Tim yang tidak terbantahkan selalu menuruti apa yang Anda inginkan dan rencanakan.

Dalam sebuah tim perlu sekali seorang pemimpin yang hebat layaknya presiden pertama RI Soekarno yang handal dalam memberikan orasi kepada masyarakat, hingga rakyat Indonesia mampu merdeka karena terbakar semangatnya oleh public speaking yang di lakukan presiden pertama Indonesia itu.

Seperti di kutip training ESQ public speaking setidaknya ada 3 hal yang wajib Anda ketahui dalam pelatihan public speaking untuk menyampaikan pesan yang baik itu. Apa saja?

Yang pertama adalah opening statement atau kalimat pembuka yang memukau. Kalimat ini bisa Anda gunakan untuk menarik perhatian banyak orang sebelum Anda lanjut mengemukakan pendapat Anda didepan orang. Curi perhatian mereka ke Anda dengan menanyakan hal yang sensitif, seperti apa kabar semua? sudah sarapan? bagaimana perjalanan menuju kekantor pagi ini?

Dengan mencuri perhatian tersebut Anda jadi lebih percaya diri untuk meneruskan isi komunikasi yang ingin Anda sampaikan.

Kedua adalah konten atau isi pembicaraan yang baik. Pastikan sebelum Anda ingin berbicara Anda harus mengetahui dan menguasai penuhi topik pembicaraan apa yang ingin Anda kemukakan, misalkan Anda ingin bercerita tentang kemacetan di Jakarta atau pemilihan Pilkada DKI, jangan sampai Anda tidak tahu problematika apa yang sedang mengganggu Jakarta selama masa pemilihan ini.

Cari tau informasi yang ingin Anda sampaikan, dengan membaca buku atau mencarinya di Internet. Pokoknya jangan sampai Anda terlihat bodoh atau sebaliknya belaga sok pintar.

Nah yang ketiga atau terakhir yaitu closing statement. Sama seperti pembuka, kalimat penutup harus lah berkesan dan menyampai efek mendalam bagi tim atau audiens yang sedang menjadi lawan bicara Anda. Kutip petuah-petuah orang bijak atau rangkum segala hal penting yang Anda bicarakan, dengan begitu isi materi yang telah Anda sampaikan sebelumnya selalu tertanam di otak Audiens dan mereka tidak bisa melupakan public speaking yang telah Anda peragakan tadi.