Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan

Data ekonomi dalam negeri yang positif masih tetap bisa dihandalkan untuk menyokong gerakan rupiah di zona hijau selama perdagangan Rabu (3/5) ini. Menurut catatan http://kursdollar.co.id jam 15. 59 WIB, mata uang Garuda menyudahi transaksi hari ini dengan penguatan tidak tebal sebesar 4 poin atau juga 0, 03% ke level Rp13. 308 per dolar AS.

Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan

Rupiah telah mengambil langkah mantap mulai sejak awal dagang dengan di buka naik 12 poin atau juga 0, 09% ke posisi Rp13. 300 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali alami animo sebesar 16 poin atau juga 0, 12% ke level Rp13. 296 per dolar AS. Mendekati penutupan atau juga jam 15. 30 WIB, spot masih tetap bertahan di zona hijau sesudah menguat tidak tebal 2 poin atau juga 0, 01% ke Rp13. 310 per dolar AS.

“Mata uang Garuda dapat meneruskan trend penguatan sesudah pengumuman data Indeks Harga Customer (IHK) periode April 2017 sebesar 4, 17% dengan cara year-on-year jadi level paling tinggi dalam 13 bln. paling akhir, ” tutur Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga. “Laju inflasi juga tunjukkan stabilitas karna sesuai sama tujuan tahunan Bank Indonesia, yaitu pada 3% sampai 5%. ”

Penguatan mata uang domestik juga ditopang oleh pelemahan laju dolar AS, karna pasar menunggu hasil pertemuan Federal Reserve pada hari ini dan juga laporan tenaga kerja Paman Sam yang akan launching Jumat (5/5) yang akan datang. “Karena data ekonomi AS yang launching minggu ini condong melemah, jadi harapan kenaikan suku bunga The Fed juga lesu, hingga bikin dolar melemah, ” sambung Lukman.

“Pasar memperkirakan The Fed akan tidak merubah tingkat suku bunga referensi dalam rapat di bln. Mei ini, ” lanjut Lukman. “Tetapi, investor tetaplah mengkaji rapat kesempatan ini untuk mencari isyarat atau juga konfirmasi tentang kebijakan suku bunga pada pertemuan bln. Juni yang akan datang. ”

Disamping itu, Bank Indonesia siang tadi mengambil keputusan Kurs Bank HSBC ada di level Rp13. 297 per dolar AS, menguat 19 poin atau juga 0, 14% dibanding perdagangan terlebih dulu di posisi Rp13. 316 per dolar AS. Di waktu yang berbarengan, sebagian besar mata uang di Asia bergerak naik versi greenback dengan penguatan paling tinggi dihadapi ringgit Malaysia sebesar 0, 31% dan juga rupee India sebesar 0, 14%.