Pubertas Prekok, Dewasa Sebelum Waktunya?

Pubertas Prekok, Dewasa Sebelum Waktunya?

Pubertas adalah masa peralihan antara masa kanak-kanak dan dewasa dan merupakan suatu tahap dalam proses tumbuh kembang. Pada masa ini mereka mengalami suatu masa transisi antara masa anak dan dewasa dimana terjadi pacu tumbuh(growth spurt), munculnya tanda-tanda seks, tercapainya fertilitas dan terjadi pula perubahan-perubahan psikologik serta kognitif. Perubahan fisis selama pubertas terjadi sekunder akibat perubahan hormonal yang berlangsung saat pubertas.

Pubertas Prekok, Dewasa Sebelum Waktunya?

Dikutip dari situs qkinian design, Pada anak perempuan masa pubertas ditandai dengan perubahan telarke (pertumbuhan payudara) yang berlangsung 1- 2 tahun, lalu diikuti dengan  (haid pertama) umumnya muncul pada usia 12-14 tahun.  Pada anak laki-laki tanda pertama pubertas biasanya adalah pertumbuhan testis, kemudian diikuti munculnya rambut pubis. Banyak faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya pubertas, antara lain etnik, sosial, psikologis, nutrisi, fisik dan penyakit kronis. Semua faktpr tersebut dapat mempengaruhi kecepatan proses tumbuh kembang pubertas.Pubertas prekok adalah perkembangan ciri-ciri seks sekunder yang terjadi sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan atau sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki.  Pubertas prekok pada perempuan lebih sering terjadi dan gejalanya lebih ringan dibandingkan pada laki-laki. Anak-anak yang mengalami pubertas dini akan menunjukkan tanda-tanda seksual sekunder. Pada anak perempuan akan muncul gejala pertama  adalah pembesaran payudara mungkin pada satu sisi, munculnya rambut kemaluan dan ketiak, pembesaran dari klitoris atau organ genitalia, menstruasi, terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur), dan pertumbuhan tinggi badan yang cepat. Sedangkan pada anak laki-laki  gejala pertama bisa berupa pembesaran testis, munculnya jerawat dan rambut pada wajah (kumis, jenggot), kemaluan dan ketiak, pembesaran penis dan skrotum, pertumbuhan tinggi badan yang cepat, ereksi spontan, produksi sperma, dan suara bertambah dalam dan berat.Pada anak dengan pubertas dini pada awalnya memang terjadi pertumbuhan tinggi badan yang cepat namun oleh karena kecepatan maturasi tulang yang cepat, maka pada akhirnya justru tinggi badan mereka menjadi lebih rendah daripada tinggi badan potensial mereka.Pada anak yang dicurigai menderita pubertas dini harus diperiksa secara lengkap mulai dari pemeriksaan secara fisik seperti tanda-tanda seks dengan berbagai pengukuran, pemeriksaan kadar hormon dan pemeriksaan penunjang lainnya. Pemeriksaan tersebut selain untuk memastikan apakah anak tersebut mengalami pubertas dini juga untuk mencari penyebab dari pubertas dini tersebut sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat.